Tidak adanya kepastian masa depan Persib Bandung di Liga Super Indonesia (LSI) 2009-2010, membuat ratusan bobotoh yang tergabung dalam Viking Persib Fans Club, mendatangi Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana, Jumat (17/7). Mereka datang untuk mempertanyakan kinerja PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) yang seharusnya mencari dana bagi tim kebanggaan warga Kota Bandung itu.
Dengan menggunakan sepeda motor, para bobotoh menerobos masuk Balai Kota tanpa ada pengawalan pihak kepolisian maupun keamanan Balai Kota.
Berdasarkan pemantauan "GM", bobotoh yang hampir seluruhnya mengenakan baju berwarna biru itu, langsung merangsek masuk dan melakukan aksi demo di depan kantor Wali Kota Bandung, Dada Rosada. Sejumlah spanduk yang mereka bawa dibentangkan. Di antaranya bertuliskan "PT PBB Mana Kerjamu? Tidak Sanggup, Mundur!" dan "Persib Budaya Jawa Barat".
Di depan kantor Wali Kota, para bobotoh meneriakkan yel-yel dukungan terhadap Persib. Mereka juga menyatakan sikapnya dan berharap Persib tetap bisa berlaga di LSI. Kepada Wali Kota, bobotoh menuntut agar segera merekrut pemain dan pelatih profesional.
Tuntutan lainnya agar manajemen mempertahankan pemain Persib musim lalu yang dinilai layak. Bahkan para bobotoh pun meminta Pemkot dan Pemprov Jabar agar tetap memberikan dukungan moril dan materil kepada Persib.
Tidak hanya itu, tuntutan dilayangkan pada PT PBB agar segera bekerja secara profesional dan bebas dari intervensi pihak mana pun.
"Buat apa ada PT PBB. Sampai sekarang, PT PBB belum terlihat kinerjanya, bahkan belum memberikan sumbangsih apa pun untuk Persib. Kami juga datang untuk mempertanyakan kinerja Pak Dada," ujar kordinator bobotoh, Yana, kepada wartawan.
Ia mengungkapkan, bila PT PBB tidak sanggup, anggota Viking yang jumlahnya ratusan ribu dan tersebar di seluruh Jabar siap mengumpulkan dana hingga Rp 20 miliar.
"Kita yakin bisa mengumpulkan uang hingga Rp 20 miliar dari seluruh anggota Viking. Contohnya jika anggota Viking di Kota Bandung sebanyak 100 ribu saja dan per orangnya menyumbang Rp 10 ribu, itu sudah menghasilkan Rp 1 miliar," tuturnya.
Apalagi, lanjutnya, Persib Bandung bukan hanya milik warga Kota Bandung, melainkan juga milik warga Jabar. Jadi jika per orangnya diminta sebesar Rp 10 ribu, bobotoh sanggup mengumpulkan dana hingga Rp 20 miliar, bahkan lebih. "Pokoknya mau cara apa pun, Persib harus tetap berlaga di LSI. Kalau tidak, justru akan semakin membengkak biayanya," ujar Yana.
Setelah hampir setengah jam melakukan aksinya bobotoh pergi dan menuju Gedung Sate. Rombongan bobotoh sendiri tiba di Gedung Sate sekitar pukul 11.00 WIB, melakukan orasi seperti yang dilakukan di balai kota. di kutip dari klik-galamedia.com
1 komentar:
gimana niiiihh :40
Posting Komentar
Untuk menambah kan emot-icon kedalam komentar anda, silahkan anda memasukan emoticon tersebut, dengan cara menulis-kan kode yang sudah ada.. di sebelah emoticon!!!