Siapa yang tidak kenal Bambang Pamungkas ? Pemain yang mempunyai nama singkatan BP tersebut merupakan ujung tombak timnas Indonesia dan juga kapten tim Persija Jakarta. Pria kelahiran Getas Kabupaten Semarang 10 Juni 1980 ini merupakan salah satu penyerang terbaik Indonesia. Karena itulah BP adalah pemain langganan tim merah putih berlambangkan Garuda tersebut. Di situs resminya, BP telah melakoni 63 pertandingan bersama Indonesia dengan mencetak 34 gol.
Karir BP dirintis di Jawa Tengah. Karena bakatnya, beberapa kali BP terpilih menjadi tim junior provinsi Jateng. Setelah menghabiskan waktu selama 3 tahun di Diklat Salatiga, 1996-1999, BP pun diboyong ke Persija. Setahun di Persija, BP mencoba peruntungannya ke negeri kincir angin Belanda. Disana, BP bermain untuk EHC Hoensbroek Norad selama 4 bulan, sebelum akhirnya kembali ke Indonesia dan berlabuh kembali di Persija pada tahun 2000.
Bersama Persija, BP meraih banyak gelar individu dan berhasil mengantarkan Persija menjadi juara Liga Indonesia tahun 2000. Tahun 2005 sampai 2007, BP bergabung bersama tim klub Malaysia, Selangor FC. BP berhasil membawa Selangor meraih beberapa gelar, seperti juara Liga Perdana Malaysia 2005, juara FA Cup Malaysia 2005, juara Malaysia Cup 2005. Bahkan BP sempat terpilih menjadi pemain terbaik Malaysia Cup 2005.
Tahun 2007, BP kembali ke Persija sampai sekarang.
Beberapa hari lalu, tiba-tiba muncul berita bahwa Persija akan melepas BP dan tandemnya Aliyudin. Minimnya kontribusi BP terhadap prestasi Persija menjadi alasan. Akan tetapi manajemen Persija akan tetap mempertahankan BP dan Aliyudin, jika mereka mau menurunkan nilai kontrak mereka. Dari sikap ini tergambar jelas, manajemen Persija ingin mengontrak BP dengan harga murah dan menggunakan taktik pura-pura tidak membutuhkan mereka, supaya BP dan Aliyudin mau menurunkan nilai kontrak mereka demi bermain untuk tim Persija.
Terbukanya pintu bahwa BP bisa meninggalkan Persija, tidak disia-siakan oleh tim Liga Super lainnya. Sriwijaya FC misalnya, mereka terang-terangan ingin mengontrak BP. Akan tetapi, masalah nilai kontrak tetap menjadi ganjalan. Sriwijaya FC pun memilih mundur dan kemudian berhasil mendapatkan rekan BP dari Persija, Ponaryo dan Hendro Kartiko.
Melihat gelagat ini, Persib pun dengan manajer baru, H Umuh Muchtar, ingin menggunakan tenaga BP. Apalagi, ada kekosongan di pos striker pasca kepergian Bastos dan Arif.
H Umuh Muchtar merupakan orang yang lihai bernegosiasi. Selain pendekatan materi, Umuh juga selalu melakukan pendekatan secara personal. Lihatlah bagaimana Jaya Hartono dan Nova berbalik arah kembali ke kubu Persib setelah mengetahui bahwa Umuh diangkat menjadi manajer Persib. Padahal keduanya telah hampir akan berlabuh di Persebaya.
Begitupula dengan Gonzales, yang menyatakan ketertarikannya bermain untuk Persib Bandung pada musim depan. Persib pun masih menunggu apakah Siswanto akan bertahan, menyusul rekan-rekan lainnya yang bertahan, seperti Eka, Atep, atau Airlangga.
Jika saja Persib menginginkan BP, maka ini bisa menjadi batu ujian bagi seorang Umuh Muchtar. BP adalah kapten sekaligus icon tim Persija, tim yang disebut musuh besar Persib Bandung sekarang. Tugas Umuh adalah meyakinkan BP supaya mau bergabung bersama Persib, sekaligus meyakinkan bobotoh bahwa BP merupakan pemain yang professional dan benar-benar dibutuhkan oleh Persib.
Sekali lagi, kelihaian Umuh dalam bernegosiasi dengan pemain kembali akan diuji. Mampukan Umuh membawa BP ke Bandung ? kita lihat saja nanti.


